KEGIATAN WORKSHOP

“Implementasi K3 dalam Kegiatan Laboratorium Farmasi”



Farmasi dan laboratorium seperti halnya dua sisi mata uang koin yang tidak terpisahkan. Berbagai materi pembelajaran di bidang Farmasi menuntut agar tidak sekadar melakukan  proses belajar – mengajar di dalam kelas, akan tetapi dibutuhkan percobaan dan pengamatan langsung melalui praktikum yang tentunya diselenggarakan di laboratorium. Hal ini menunjukkan bahwa praktikan harus senantiasa menerapkan K3 selama beraktivitas di laboratorium. Tidak hanya praktikan, terlebih lagi untuk staf pengajar maupun pekerja lab yang berperan untuk mengarahkan praktikan dalam praktikumnya pun juga harus senantiasa menerapkan sistem manajemen K3 (SMK3).

WORKSHOP

“Tinjauan Kurikulum Berbasis KKNI & Pemisahan Kurikulum

Mata Kuliah Teori dan Praktikum”

Terbitnya Perpres No. 08 tahun 2012 dan UU Perguruan Tinggi No. 12 Tahun 2012  Pasal 29 ayat (1), (2), dan (3) telah berdampak pada kurikulum dan pengelolaannya di setiap program. Kurikulum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi menjadi mengacu pada capaian pembelajaran (learning outcomes).

Implementasi K3 di Laboratorium Farmasi

 

Laboratorium adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pembelajaran di bidang kefarmasian, keterlibatan dosen, instruktur dan mahasiswa dalam lingkungan laboratorium sudah menjadi keseharian, sudah sepantasnya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di laboratorium menjadi aspek yang harus selalu diperhatikan, oleh karena itu pada tanggal 14 desember 2015 jurusan farmasi Politeknik Kesehatan Makassar KemenKes RI menyelengaran workshop yang membahas tentang aspek-aspek kesehatan dan keselamatan yang harus selalu diperhatikan dalam pengelolahan laboratorium, workshop ini menghadirkan 2 pembicara dari Sucofindo.

File presentasi Basic K3 silahkan klik disini dan disini