Penentuan Kondisi Optimal Pada Analisis Kadar Parasetamol Secara Spektrofotometri Sinar Tampak Menggunakan Pereaksi Kalium Bikromat

 

Nurisyah*)

)Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal pada analisis kadar parasetamol secara spektrofotometri sinar tampak menggunakan pereaksi kalium bikromat, meliputi konsentrasi asam klorida, volume pereaksi kalium bikromat dan waktu reaksi. Penentuan kondisi ini ditentukan dengan cara menghidrolisis parasetamol dengan konsentrasi dan volume asam yang bervariasi, kemudian hasil hidrolisis direaksikan dengan pereaksi kalium bikromat dan diinkubasi pada suhu kamar selama 60 menit. Untuk menentukan waktu operasional, diukur serapannya dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 554-555 nm pada interval waktu reaksi 5 menit sampai menit ke 60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan HCl 6 N dengan volume pereaksi 3 ml memberikan serapan yang lebih besar selama 60 menit (1,33230-2,31760) yang ditandai dengan intensitas warna ungu yang terbentuk lebih pekat. Namun, waktu reaksi belum dapat ditentukan karena terjadi peningkatan serapan yang terus-menerus.

Kata Kunci : Kondisi Optimal, Parasetamol, hidrolisis, Kalium Bikromat, Spektrofotometri Sinar Tampak

Perbandingan Daya Hambat Beberapa Sediaan Obat Kumur Terhadap Pertumbuhan Mikroba Dalam Rongga Mulut

 

Djuniasti Karim ⃰), Hyani Salim ⃰ )

)Jurusan Farmasi Politeknik kesehatan Kemenkes RI Makassar

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian Perbandingan Daya Hambat Beberapa Sediaan Obat Kumur Terhadap Pertumbuhan Mikroba Dalam Rongga Mulut. Penelitian dilakukan dengan  sampel obat kumur A, B, dan C, kemudian membandingkan daya hambat dengan metode difusi menggunakan piper disk medium NA (Nutrien Agar). Hasil pengamatan setelah inkubasi 24 jam diperoleh dengan mengukur diameter zona hambatan, Sampel A=11mm, sampel B=39,3 mm dan sampel C=21 mm. hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Anova

yang menunjukkan efek yang berbeda antara pemberian sediaan obat kumur dengan kontrol negatif (-) (Fh>Ft pada taraf 0,05). Kemudian dilanjutkan dengan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil, pada taraf a = 0,05  menunjukkan bahwa semua perlakuan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disimpulkan bahwa  sediaan obat kumur B paling efektif karena mempunyai daya hambat paling besar dan berbeda nyata dengan sediaan obat kumur A dan C.

Kata kunci : Daya Hambat, Obat Kumur dan Mikroba Mulut

Analisis Kadar Natrium Benzoat Pada Mie Instan Secara Spektrofotometri Uv-Vis

 

Sisilia Teresia Rosmala Dewi *)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

 

ABSTRAK

Analisis Kadar Natrium Benzoat pada mie instan Secara Spektrofotometri UV-Vis. Keberadaan bahan pengawet pada makanan dan minuman tidak bisa dipungkiri keberadaannya. Oleh karena itu, pemakaian bahan pengawet harus diatur dan diawasi, baik terhadap pengawet yang dilarang maupun pengawet dengan pembatasan kandungan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penggunaan pengawet yang dapat merugikan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kadar natrium benzoat yang terkandung pada mi instan dan untuk mengetahui kandungan pengawet tersebut tidak melebihi batas kadar yang telah ditetapkan. Penelitian dilakukan dengan uji kualitatif dan kuantitatif, secara kualitatif yaitu filtrat ditambahkan pereaksi FeCl3 hingga terbentuk endapan coklat. Secara kuantitatif yaitu dilakukan dengan mengekstraksikan sampel dengan kloroform , selanjutnya hasil ekstrak dianalisis dengan menggunakan spektrofotometri uv-vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel A, B, dan C yang digunakan, hanya sampel A yang positif mengandung pengawet natrium benzoat. Kadar pengawet benzoat pada sampel A adalah 811,6729 ppm. Kandungan pengawet benzoat yang terdapat dalam sampel tersebut tidak melebihi batas persyaratan yang telah ditetapkan yaitu 600 ppm. (PerMenKes No. 722)

 

Kata Kunci : Pengawet natrium benzoat, mi instan, Spektrofotometri UV-Vis.

Tinjauan Aspek Farmaseutika pada Resep Racikan Pasien Pediatrik pada Apotek di Kota Makassar

 

Jumain*), Asmawati*), Dewi Astuti**)

*) Jurusan farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

**) Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Pancasakti Makassar

 

Tinjauan Aspek Farmaseutika Pada Resep Racikan Pasien “PEDIATRIC” Pada Apotek Di Kota mks.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian resep racikan pasien anak berdasarkan KepMenKes No. 1027  /MENKES/SK/IX/2004 ditinjau dari aspek Farmasetik dibeberapa Apotek wilayah Makassar. Penelitian ini dilakukan secara retrosfektif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampelnya dilakukan dengan teknik random Probabability sampling. Data yang diperoleh meliputi ketidaklengkapan persyaratan administratif, persyaratan farmasetik dan kombinasi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaklengkapan persyaratan administratif pada resep racikan yaitu tidak adanya nama, nomor SIP, alamat dan paraf dokter; tanggal penulisan resep; Potensi obat; umur, alamat, berat badan dan jenis kelamin pasien. Berdasarkan skrining persyaratan farmasetik bentuk sediaan yang paling sering digunakan adalah tablet dan terdapat tablet salut selaput yang diracik. Sedangkan berdasarkan persyaratan American Medical Association(AMA) pada keempat Apotek persentase ketidakrasionalannya tinggi yaitu (Apotek A:73,26%;Apotek B:74,09%;Apotek C:75,89%;Apotek D:82,87%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa resep racikan pediatrik di keempat apotek belum memenuhi aspek farmasetika berdasarkan KepMenKes No. 1027/MENKES/SK/IX/2004.

Kata kunci :Aspek Farmaseutika, Resep Racikan pediatrik, Tinjauan Farmasetika

Uji Efektivitas Sediaan Pasta Gigi Yang Mengandung Ekstrak  Daun  Gamasi ( Artocarpus gamansi Park. ) Terhadap Streptococcus mutans Penyebab Karies Gigi

 

*)Syamsuddin Abu Bakar, *)Muhammad Saleh **)Jumain

*) Jurusan Keperawatan Gigi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

**) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

 

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang: uji efektivitas sediaan pasta gigi yang mengandung ekstrak daun gamasi ( Artocarpus gamansi Park. ) terhadap Streptococcus mutans  penyebab karies gigi, dengan tujuan Untuk mengetahui kestabilan fisik dari sediaan pasta gigi yang mengandung bahan alam  yaitu Ekstrak Gamasi dan menetukan efektivitasnya terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Dalam penelitian ini Menggunakan tiga Formula Pasta Gigi yaitu Formula I ( Kontrol Negatif ), Formula II Mengandung Ekstrak Daun Gamasi 2,5 % b/v, Fomula III Mengandung Ekstrak Daun Gamasi 5,0 % b/v dan  Kontrol Positif ( Salah Satu Pasta Gigi Bermerk ). Pembuatan ekstrak Daun Gamasi dilakukan dengan menggunakan metode Maserasi. Pengujian Kestabilan Formula dengan Mengukur pH, Pemeriksaan warna dan bau.sedangkan pengujian daya anti bakterinya terhadap Straptococcus mutans dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar berlapis dan masa inkubasinya 24 jam. Pengukuran diameter zona hambatan menggunakan jangka sorong, Dari hasil penelitian menunjukkan Pasta gigi yang diformulasi mempunyai kestabilan yang baik yaitu pH 5 – 7,  tidak terjadi perubahan warna dan bau serta   rata – rata diameter zona hambatan terhadap bakteri uji Streptococcus mutans yang diperoleh setelah masa inkubasi 24 jam adalah Formula I Kontrol Negatif = 8,33 mm, Formula II ( 2,5% ) = 13,26 mm, Fopmula III ( 5,0 % ) = 14,96 mm dan Kontrol Positif =16,50 mm. Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan analisis varians (ANAVA). Menunjukkan bahwa ada perbedaan secara bermakna ( p < 0,5 ) antara konsentrasi Ekstrak Daun Gamasi yang digunakan dalam Formula Pasta Gigi.

Kata Kunci : Anti Bakteri, Pasta Gigi, Daun Gamasi dan Karies Gigi