AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans DAN Candida albicans

St. Ratnah*)

 

*) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes RI Makassar

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan aktivitas ekstrak daun Jarak Pagar (Jatropha curcas) sebagai antimikroba terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dan Candida albicans  berdasarkan diameter zona hambat. Pengujian dilakukan dengan mengekstraksi daun jarak pagar dengan metode maserasi, selanjutnya dievaporasi dengan rotavafor dan diuapkan di waterbath sehingga diperoleh ekstrak kering. Dibuat konsentrasi 2%, 4% dan 6%. Pengujian aktivitas dilakukan dengan metode disc diffution. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan Ekstrak daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan  Candida albicans, dimana konsentrasi yang paling baik adalah 6 %.Ekstrak daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) lebih efektif terhadap Candida albicans dibandingkan terhadap  Streptococcus mutans.

Kata kunci : Ekstraksi, Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.), Streptococcus mutans, Candida albicans, Disc diffution.

Artikel Lengkap Silahkan Klik di Sini

IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PADA MAKANAN SIAP SAJI DI WILAYAH KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR

 

La Sakka*)

 *) Farmasi STIKES Nani Hasanuddin Makassar

 

ABSTRAK

 

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya kandungan senyawa kimia yang terdapat pada makanan siap saji yang ada pada Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Senyawa kimia yang di teliti adalah formalin, boraks dan natrium nitrit. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi laboratorium dengan metode uji kualitatif organoleptik dengan uji warna menggunakan reagen atau pereaksi kimia. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi formalin, boraks dan natirum nitrit pada rumah makan yang ada di kecamatan tamalanrea kota Makassar dengan 5 rumah makan yang berbeda. Pada penelitian ini digunakan pereaksi Kalium Permanganat (KMnO4), Asam Sulfat (H2SO4), Metanol (CH3OH), Asam Sulfanilat (H2N), N-1 Naftiletilen (2HCl). Penggunaan pereaksi dikarenakan dapat melarutkan sifat kimia yang ada pada makanan hingga dapat membuat adanya perubahan warna. Setelah dilakukan penlitian diperoleh hasil pada rumah makan A didapatkan hasil pengujian formalin berubah warna yang awalnya warna merah muda menjadi coklat artinya positif megandung formalin. Rumah makan B didapatkan hasil pengujian formalin berubah warna yang awalnya warna merah muda menjadi coklat artinya positif megandung formalin. Rumah makan C didapatkan hasil pengujian formalin berubah warna yang awalnya warna merah muda menjadi coklat artinya positif megandung formalin. Rumah makan D didapatkan hasil pengujian formalin berubah warna yang awalnya warna merah muda menjadi coklat artinya positif megandung formalin. Rumah makan E didapatkan hasil pengujian formalin berubah warna yang awalnya warna merah muda menjadi coklat artinya positif megandung formalin. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dari 5 rumah makan posif menandung formalin.

 

Kata Kunci :Formalin, Boraks, Natrium Nitrit

Artikel Lengkap Silahkan Klik di Sini

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TANPA RESEP SEBAGAI SWAMEDIKASI MENGGUNAKAN MODEL FORMULIR KEAMANAN PENGOBATAN DI KELURAHAN TANAH LOE KECAMATAN GANTARANG KEKE KABUPATEN BANTAENG

 

Rusli*), Iska Sulfiany Ismail **)

*)Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes RI Makassar

**)Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur

 

ABSTRAK

 

Telah melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Tanah Loe Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng terhadap penggunaan obat tanpa resep. Penelitian ini di lakukan di Kelurahan Tanah Loe Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng selama 2 minggu dengan jumlah sampel 97 responden dengan kriteria usia minimal 20 tahun, pernah menggunakan obat tanpa resep sebagai swamedikasi, Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat tanpa resep di Kelurahan Tanah Loe Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng kategori cukup sebesar 28,9 % dan kategori kurang sebesar 71,1 %.

 

Kata Kunci :  Pengetahuan Obat Tanpa Resep, Swamedikasi

 

Artikel Lengkap Silahkan Klik di Sini

UJI AKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L.) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

 

Samsidar Usman*), Ismail Ibrahim**)

 *)Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur Makassar

**)Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes RI Makassar

 

ABSTRAK

                 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif antimikroba ekstrak daun Sembukan (Paederia foetida L.) yang memiliki efektifitas terhadap Staphylococcus aureus dengan metode Bioautografi. Bahan uji dari penelitian ini adalah daun sembukan (Paederia foetida L.) dan sampel yang digunakan adalah Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Uji Senyawa Bioaktif Ekstrak Daun Sembukan (Paederia foetida L.) dapat memberikan efektifitas terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus pada ekstrak eter daun sembukan dengan nilai Rf 0,85 dengan zona hambat 4,75 mm, nilai Rf 0,82 zona hambat 6,5 mm,  nilai Rf 0, 84 zona hambat 6,25 mm dan ekstrak n-Butanol nilai Rf 0,35 dengan zona hambat 5,25 mm, nilai Rf 0,47 zona hambat 6,75 mm,  nilai Rf 0,37 zona hambat 9,5 mm.

 

Kata kunci : Daun Sembukan (Paederia foetida L.),  Staphylococcus aureus, Bioautografi

Artikel Lengkap Silahkan Klik di Sini

ISOLASI FUNGI ENDOFIT KULIT BUAH COKELAT (Theobroma cacao L.) YANG BERPOTENSI MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Eschericia coli

 

Tahir Ahmad*),  Syachriyani**)

 

*)Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes RI Makassar

**)Jurusan Farmasi Universitas Pancasakti

                                                             

ABSTRAK

 

Telah dilakukan penelitian tentang Isolasi Fungi Endofit Kulit Buah Cokelat (Theobroma cacao L.) yang Berpotensi Menghambat Pertumbuhan Eschericia coli. Dengan tujuan untuk memperoleh isolat fungi endofit dari kulit buah coklat  dan menunjukkan aktivitas dalam menghambat pertumbuhan Eschericia coli. Hasil isolasi fungi endofit kulit buah cokelat diperoleh 2 isolat yang diberi kode KBC 1 dan KBC 2. Isolat yang diperoleh kemudian dimurnikan lalu dilakukan identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis selanjutnya, dilakukan uji antagonis untuk menentukan aktivitasnya terhadap Eschericia coli dengan metode difusi agar. Hasil uji antagonis menunjukkan isolat KBC 1 dan KBC 2 dapat menghambat pertumbuhan Eschericia coli.

 

Kata kunci : Isolasi, Jamur Endofit, Theobroma cacao L, Escherichia coli

 

Artikel Lengkap Silahkan Klik di Sini