HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN SWAMEDIKASI BATUK PADA KONSUMEN  DI APOTEK WIJAYA KUSUMAH KOTA MAKASSAR

Raimundus Chaliks*), Rusli*), Fitria*)

*) Jurusan Farmasi Potekkes Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

                Swamedikasi sebagai upaya yang paling banyak dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan masih terkendala oleh terbatasnya pengetahuan masyarakat. Banyaknya jenis obat batuk yang beredar di pasaran yang bisa dibeli bebas tanpa resep dokter memungkinkan konsumen utuk melakukan pengobatan batuk sendiri atau lebih dikenal dengan swamedikasi.Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tindakan swamedikasi batuk pada Konsumen di Apotek Wijaya Kusumah Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2016. Jumlah sampel sebanyak 50 konsumen. Penentuan sampel menggunakan random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan dan kuat antara pengetahuan dan tindakan konsumen dalam melakukan swamedikasi batuk (p=0,001; r = 0,635)

 

Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Swamedikasi

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL EKSTRAK RIMPANG KUNYIT PUTIH (Curcuma mangga.Val) YANG BERASAL DARI MAUMERE

NUSA TENGGARA TIMUR

 

Arisanty*)

*) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

                Telah dilakukan penelitian tentang Formulasi Sediaan Masker Gel Ekstrak Rimpang Kunyit Putih (Curcuma mangga.Val) Yang Berasal Dari Maumere Nusa Tenggara Timur”. Dengan menggunakan ektrak rimpang kunyit putih (Curcuma mangga.Val) sebesar 3% untuk dua formula dengan basis Na.CMC dan Carbomer. Beberapa evaluasi fisik yang digunakan sebagai variabel terikatnya yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji pH, uji kecepatan mengering dan uji kesukaan terhadap 5 orang panelis. Dari evaluasi ditemukan bahwa formulasi masker gel ekstrak rimpang kunyit putih memenuhi syarat evaluasi mutu fisik sediaan. 

 

Kata Kunci          :  Sediaan Masker Gel, Rimpang Kunyit putih.

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP BAHAYA PENGGUNAAN KRIM PEMUTIH DILINGKUNGAN DESA POLEWALI KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN BONE

Ratnasari Dewi*), Hiany Salim*)

*)Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian di Lingkungan Desa Polewali Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone pada bulan Mei-Juni 2016 tentang bahaya penggunaan krim pemutih yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat Lingkungan Desa Polewali Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone terhadap bahaya pengguaan krim pemutih. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan melakukan pengumpulan data menggunakan instrument berupa kuesioner dengan 100 orang responden yang di temukan berdasarkan teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bahaya penggunaan krim pemutih di Lingkungan Desa Polewali Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone termasuk dalam kategori rendah dengan presentase skor 42,25%.

 

Kata Kunci : Pengetahuan,Masyarakat dan Bahaya Penggunaan Krim

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini

POTENSI EKSTRAK DAUN TEMPUH WIYANG (Emilia sonchifolia L. DC.)  SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP INFEKSI Salmonella enteritidis PADA MENCIT (Mus musculus)

 

Sesilia Rante Pakadang*), Wiwi Elyana**), A.Tenriugi Daeng Pine**), Ajeng Kurniati R**)

*) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

**) Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur

 

ABSTRAK

 

                Telah dilakukan penelitian tentang Potensi Ekstrak Etanol Daun Tempuh Wiyang (Emilia sonchifolia L. DC) Sebagai Antibakteri Terhadap  Infeksi Salmonella enteritidis pada Mencit (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi ekstrak etanol Daun Tempuh wiyang  (Emilia sonchifolia L. DC.) pada mencit yang diinfeksi Salmonella enteritidis berdasarkan parameter jumlah titer Salmonella enteritidis pada limpa mencit. Penelitian ini menggunakan 12 ekor mencit yang dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok I hanya diinfeksi Salmonella enteritidis, sedangkan II, III dan IV diberi ekstrak etanol Daun tempuh wiyang dengan masing-masing konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, dan 40% b/v selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak etanol Daun Tempuh wiyang dengan konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, dan 40% b/v dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella enteritidis secara in vivo dengan konsentrasi optimal pada 40% b/v.

 

Kata Kunci : Daun Tempuh Wiyang, Salmonella enteritidis, Mencit.

 

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA DI KELURAHAN BUNTU SUGI KECAMATAN ALLA’ KABUPATEN ENREKANG.

 

Nurfadillah Sapirdin*), Ida Adhayanti**), Asyhari Asyikin**), Muhammad Saud**)

 

*) Mahasiswa DIII Farmasi, Poltekkes Kemenkes Makassar

**) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

 

                Tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotika disebabkan oleh beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, status ekonomi serta tingkat pendidikan masyarakat. Penelitian mengenai hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan tentang antibiotika masih sangat kurang. Maka dari itu, dilakukan penelitian mengenai hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotika.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotika di Kelurahan Buntu Sugi Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Sampel sebanyak 100 responden diperoleh dengan Metode Simple Random Sampling. Pengolahan data menggunakan skala Guttman untuk memperoleh skor jawaban responden, dilanjutkan dengan uji chi square untuk melihat ada tidaknya hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotika. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotika tergolong tinggi.  Tingkat pengetahuan untuk masyarakat dengan tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP) adalah 57,3 % untuk pendidikan menengah (SMA) yaitu 66,7 % dan untuk tingkat pendidikan tinggi adalah 61,8 %. Hasil uji chi squaremenunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotika (p value 0,202). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotika di Kelurahan Buntu Sugi Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang.

 

Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, Antibiotika, dan Masyarakat

 

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini