UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN BETADINE (Jatropha multifida L) TERHADAP Staphylococcus aureus

DAN Staphylcoccus  epidermidis

 

Agust Dwi Djajanti *), Muh. Taufiq Duppa **), Muhadir **)

 

*) Akademi Farmasi Yamasi Makassar,

**) Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Pancasakti Makassar

 

ABSTRAK

 

                Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui daya hambat ekstrak etanol Daun Betadine(Jatropha multifida  L) terhadap Staphylcoccus aureus dan Staphylcoccus  epidermidis. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di  Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar. Daun Betadine diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak Daun Betaine dibuat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% serta Larutan Na-CMC 1 % sebagai kontrol negatif. Pengujian dilakukan dengan metode disc diffusion dengan menggunakan paper disk pada medium Nutrien Agar (NA) dengan masa inkubasi 1 x 24 jam pada suhu 37 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada konsentrasi 5% adalah 9,6 mm, 10% adalah 12,6 mm dan 15% adalah 14 mm untuk  Staphylcoccus aureus dan nilai rata-rata pada konsentrasi 5% adalah 11 mm, 10% adalah 14,3 mm dan 15% adalah 16 mm untuk bakteri Staphylococcus epidermidis.Ekstrak Daun Betadine yang diujikan mempunyai efek bakteriostatik terhadap bakteri uji. Ekstrak sebanyak 15%  menghasilkan  daya hambat terbesar terhadap Staphylcoccus aureus yaitu 14 mm dan Staphylococcus epidermidis yaitu 16 mm.

 

Kata kunci: Daya Hambat, Ekstrak Etanol Daun Betadine, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis

 

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini

UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GARGARISMA EKSTRAK ETANOL DAUN KEMUNING (Murraya paniculata LINNEUS)

TERHADAP Streptococcuss mutans

 

Jumain*), Asmawati*)

*)Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Efektivitas Sediaan Gargarisma Ekstrak Etanol Daun Kemuning (Murraya Paniculata Linneus) Terhadap Streptococcuss mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sediaan gargarisma ekstrak etanol daun Kemuning yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Bahan yang digunakan dalam pembuatan obat kumur adalah etanol daun kemuning kemudian diformulasikan dengan variasi konsentrasi 0,5 %, 1 % dan 2% dan kontrol negatif. Pengujian sediaan gargarisma  yang dilakukan antara lain uji aktivitas antimikroba yang dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar berlapis untuk menentukan diameter hambatan terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan menggunakan piperdics pada Medium Muller Hilton agar (MHA), setelah di inkubasi 24 jam didapatkan zona hambatan untuk formula 1 konsentrasi 0,5 % didapatkan zona hambatan 12,6 mm, formula konsentrasi   1 % didapatkan zona hambatan 16 mm, formula 3 konsentrasi 2 % didapatkan zona hambatan sebesar 30,23 mm, untuk kontrol negatif sebesar 0 mm. Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan metode Analisis Varian menunjukkan  bahwa ada perbedaan yang bermakna antar perlakuan ( α = 0,5)

 

Kata kunci        : Uji efektivitas, gargarisma, Ekstrak etanol daun kemuning, Streptococcus mutans

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini

EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT (Mus musculus)

 

Hendra Stevani *), Husnul Afifa Thamrin**), Nurul Hidayah Basse**)

 

 *)Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar Kemenkes RI

**)Prodi DIII Farmasi, YAMASI

 

ABSTRAK

Rebusan Daun Kersen secara empiris telah banyak digunakan oleh masyarakat, tetapi belum terbukti efektivitasnya secara ilmiah sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rebusan Daun Kersen terhadap penurunan kadar glukosa darah dan untuk mengetahui konsentrasi rebusan Daun Kersen yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode induksi glukosa. Menggunakan mencit jantan 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor mencit jantan. Kelompok 1 sebagai kontrol diberi aqua destilata, kelompok 2 sebagai pembanding diberi suspensi glibenklamid, kelompok 3, 4, dan 5 secara berurut diberi rebusan Daun Kersen 5%, 10%, dan 15%. Pada menit ke 30, 45, 60, 90, 120 dilakukan pengukuran kadar glukosa darah dengan menggunakan glukometer. Hasil penurunan rata-rata kadar glukosa darah pada rebusan Daun Kersen konsentrasi 5%, 10%, dan 15% adalah 47,3 mg/dl, 92,6 mg/dl, dan 98 mg/dl. Analisa statistik menunjukkan penurunan kadar glukosa yang efektif pada rebusan Daun Kersen dengan konsentrasi 15%.

 

Kata Kunci : rebusan Daun Kersen, kadar glukosa darah, mencit

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK BIJI KAKAO BEBAS LEMAK

 (Theobroma cacao L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

 

Alfrida Monica Salasa *)

 

*) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

                Tanaman kakao adalah salah satu jenis tanaman yang banyak ditanam di Indonesia. Bagian dari tanaman kakao yang sering digunakan adalah biji kakao. Biji kakao kaya akan komponen-komponen senyawa fenolik, antara lain: katekin, epikatekin, proantosianidin, asam fenolat, tanindan flavonoid lainnya dimana senyawa fenolik dapat berfungsi sebagai tabir surya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi aktivitas tabir surya ekstrak biji kakao bebas lemak (Theobroma cacao L). Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan sampel uji biji kakao yang telah dibebaslemakkan dengan petroleum eter yang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan Etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh selanjutnya diuji aktivitasnya sebagai tabir suya. Hasil yang yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kakao bebas lemak memiliki aktivitas tabir surya dan konsentrasi minimal yang digunakan sebagai tabir surya adalah 300 ppm dengan nilai SPF sebesar 2,4551.

 

Kata kunci :     Aktivitas tabir surya, Ekstrak Etanol Biji Kakao Bebas Lemak

 

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini

EFEK ANTI DIABETES ISOLAT Annonaceous Acetogenin DARI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus)

 

Tahir Ahmad*)

 

*) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

ABSTRAK

Annonaceous acetogenin telah lama dibuktikan memilki efek anti kanker, namun efek anti diabetesnya belum diketahui. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis efek anti diabetik senyawa aktif Annonaceous Acetogenin yang berasal dari daun sirsak (Annona muricata ) pada mencit jantan yang diinduksi diabetes dengan aloxan. Penelitian ini bersifat eksperimntal laboratory dengan desain penelitian Pretest and Posttest Randomized Controlled Group Design dengan menggunakan binatang mencit jantan sebagai objek penelitian yang telah dibuat diabetes tipe 1 dengan pemberian aloxan. Annonaceous acetogenindiisolasi dari esktrak daun sirsak dengan proses ekstraksi cair-cair dengan menggunakan beberapa jenis campuran pelarut. Isolat annonaceous acetogenin dibuat dalam 3 konsentrasi yaitu 0,5%b/v, 1%b/v dan 2 %b/v. Sebagai kontrol digunakan Na.CMC 1% dan pembanding digunakan Suspensi Metformin. Hasil penelitian menunjukan bahwa suspensi Isolat annonaceous acetogenin dalam 3 konsentrasi yaitu 0,5%b/v, 1%b/v dan 2 %b/v mampu secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah mencit, dimana konsentrasi 1%b/v dan 2%b/v menunjukkan penurunan yang tidak berbeda dengan efek dari metformin, sedangkan pemberian isolat 0,5%b/v  penurunannya signifikan lebih besar dari metformin.

Kata Kunci :Isolat Annonaceous Acetogenin, Daun Sirsak, Anti Diabetik, Mencit.

Artikel Lengkap silahkan klik di Sini