UJI CEMARAN Escherichia coli PADA BEBERAPA MAKANAN YANG DIJUAL OLEH PENJUAL MAKANAN DI SEKITAR KAMPUS FARMASI POLTEKKES KEMENKES RI  MAKASSAR

St. Ratnah*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

 

Makanan diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energinya, oleh karena itu makanan tersebut harus mengandung zat gizi dan tidak boleh tercemar dengan mikroorganisme. Syarat makanan yang layak dikonsumsi adalah tidak boleh mengandung mikroorganisme patogen, karena sedikit saja mikroorganisme patogen masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit. Salah satu mikroorganisme yang digunakan sebagai indicator tercemarnya suatu makanan adalah Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan cemaran Escherichia coli pada makanan yang dijual oleh penjual makanan di sekitar kampus Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar. Sampel yang diuji sebanyak 10 sampel yang diambil secara acak dari beberapa penjual makanan selanjutnya dilakukan pengenceran sampel 10-1, 10-2, dan 10-3. Setelah itu dilakukan uji MPN dengan menggunakan media Pepton Water, kemudian dilanjutkan dengan uji cemaran Escherichia coli menggunakan media selektif EMB Agar. Sampel dinyatakan positif (+) apabila tumbuh koloni hijau metalik pada media EMB Agar. Dari 10 sampel yang diuji, 3 diantaranya positif tercemar Escherichia coli.

 

Kata kunci : Makanan, Mikroorganisme Patogen, Uji MPN, Uji Cemaran   Escherichia coli.

Artikel Lengkap Klik di Sini

EVALUASI TERAPI SULIH ANTIBIOTIK PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS RAWAT INAP DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MAKASSAR

Estherina Allo Pajung*)

*) Akademi Farmasi Toraja

ABSTRAK

Peningkatkan mutu penggunaan antibiotik dapat dilakukan melalui terapi sulih merupakan bagian dari penggunaan antibiotik bijak yang bermanfaat bagi kenyamanan penderita, mengurangi biaya, mempercepat waktu keluar rumah sakit, mengurangi iv line infection dan terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola sensitivitas bakteri terhadap antibiotik dan pelaksanaan serta efektivitas terapi sulih antibiotik pasien pneumonia komunitas rawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudiro Husodo Makassar. Metode penelitian adalah deskriptif secara observasional prospektif pada evaluasi terapi sulih antibiotik pasien pneumonia komunitas rawat inap (November 2014-Januari 2015) dan secara observasional retrospektif pada pola sensitivitas bakteri terhadap antibiotik selama 2012-2014. Hasil yang diperoleh adalah selama tahun 2012-2014 sensitivitas bakteri gram negatif dan gram positif terhadap antibiotic memiliki kategori rendah (<30%) terhadap golongan Sefalosforin. Sebesar 44,44% psien pneumonia komunitas menjalani terapi sulih dengan tingkat perbaikan klinis sebesar 68,75% dan lama perawatan < 8 hari. Sensitivitas bakteri Gram negative dan Gram positif teradap antibiotic Sefalosporin (Seftriakson dan Sefataksim) memiliki kategori rendah. Penerapan terapi sulih antibiotik pada pasien pneumonia komunitas rawat inap dengan tingkat keparahan sedang hingga berat memiliki efektifivitas 68,78% dengan lama perawatan lebih singkat (<8 hari).

 Kata kunci: terapi sulih, antibiotik, pneumonia, komunitas, rawat inap

Artikel Lengkap Klik di Sini

PENGARUH EKTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellarioides (L) BenthTERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN, KWALITAS LEUKOSIT DAN ERITROSIT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

 

Dwi Rachmawaty Daswi*), Sesilia Rante Pakadang*), Hiany Salim*)

 

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

 

Penelitian bertujuan menentukan pengaruh ekstrak daun miana (Coleus scutellarioides (L) Benth) terhadap kwalitas sel darah putih dan sel darah merah serta peningkatan berat badan.  Sampel tikus putih Wistar jantan  dibagi 2 kelompok. Kelompok 1: hewan control  yang diberikan placebo dan  kelompok 2 hewan yang diberi perlakuan EDM. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah  kwalitas sel darah tikus setelah perlakuan selama 2 bulan dan berat badan tikus yang ditimbang secara rutin setiap minggu selama 8 minggu. Pengujian meliputi WBC, neutrofil, limfosit, monosit, eosinophil, basophil, hemoglobin, MCV (volume sel darah merah), RDW dan PLT.

Hasil penelitian membandingkan kelompok control dan kelompok perlakuan secara statistic menunjukkan EDM berpengaruh signifikan dalam meningkatkan jumlah sel darah putih (WBC), jumlah basophil dan volume sel darah merah (MCV).   

Kesimpulan EDM berpotensi meningkatkan jumlah sel darah putih dan volume sel darah merah tikus putih dan meningkatkan berat badan tikus.

 

Kata kunci:  ekstrak daun miana,  sel darah merah, sel darah putih, berat badan tikus putih

Artikel Lengkap Klik di Sini

PENENTUAN TOTAL POLIFENOL DAN TOTAL FLAVONOID SERTA UJI AKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL PROPOLIS TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

 

Santi Sinala*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

Salah satu penyakit kulit yang merisaukan remaja dan dewasa adalah jerawat atau acne vulgaris, karena dapat mengurangi kepercayaaan diri seseorang. Penyakit ini salah satunya disebabkan oleh bakteri yaitu Propionibacterium acnes. Propolis telah diketahui sebagai salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas daya hambat terhadap bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak etanol propolis terhadap bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes secara in-vitro serta mengetahui kadar kandungan total flavonoid dan total polifenol dalam ekstrak. Manfaat dari penelitian ini adalah bahwa propolis dapat digunakan sebagai salah satu bahan aktif pada pembuatan sediaan kosmetik medik pada pengobatan jerawat. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian secara eksperimental secara in vitro. Bahan penelitian yaitu raw propolis yang diekstraksi secara maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan dan etanol 70%, yang nantinya akan menghasilkan ekstrak etanol propolis. Terdapat tiga variabel pengukuran yaitu pengukuran total flavonoid dengan menggunakan pembanding kuarsetin menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 422,5 nm, pengukuran total polifenol dengan menggunakan pembanding asam gallat yang keduanya diukur menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 641,5 nm serta pengujian aktivitas daya hambat ekstrak etanol terhadap bakteri P. acnes dengan menggunakan metode difusi agar dengan seri konsentrasi 1%, 3% dan 5% dalam pelarut DMSO. Hasil penelitian terhadap uji total flavonoid dan total polifenol berdasarkan perhitungan kadar pada persamaan garis lurus diperoleh data bahwa total polifenol sebesar 6,64% dan total flavonoid sebesar 4,69%. Pengujian diameter daya hambat dianalisis secara menggunakan program SPSS, dengan uji lanjutan menggunakan metode Kruskal Wallis dan Mann-Whitney dengan data bahwa konsentrasi 1%, 3% dan 5% tidak berbeda nyata (p>0.05), sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi 1% merupakan konsentrasi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Kata kunci : Jerawat, Propolis, Total Flavonoid, Total Polifenol, Uji daya hambat, Propionibacterium acnes

 

Artikel Lengkap Klik di Sini

 

UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAA

UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN LENGLENGAN (Leucas lavandulifolia Smith) TERHADAP Streptococcus mutans

 

Jumain*), Asmawati*), Iin Idayati**)

 

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

**) Universitas Indonesia Timur  Makassar

 

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang “Uji Efektivitas Antibakteri Sediaan Obat Kumur Ekstrak Daun Lenglengan (Leucas lavandulifolia Smith) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri sediaan obat kumur ekstrak daun Lenglengan dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dengan variasi konsentrasi masing-masing ekstrak 1%, 2%, 4%, kontrol positif dan kontrol negatif. Pengujian efektivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar untuk menentukan diameter zona hambat terhadap Streptococcus mutans dengan menggunakan paperdisk pada medium Manitol Salt Agar (MSA) kemudian diinkubasi selama 24 jam didapatkan rata-rata zona hambat untuk konsentrasi 1% yaitu 6,8 mm, konsentrasi 2% yaitu 8,2 mm, konsentrasi 4% yaitu 12,3 mm, kontrol negatif 6 mm, sedangkan untuk kontrol positif (klorhexidin glukonat 0.2%) sebesar 14,8 mm. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada formula dengan konsentrasi 4% yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.

 

Kata kunci   :   Efektivitas, Obat Kumur, Daun Lenglengan (Leucas Lavandulifolia Smith), Streptococcus mutans.

Artikel Lengkap Klik di Sini