IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) PADA PASIEN “X” PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) HAJI KOTA MAKASSAR

 

Rusli *), Raimundus Chaliks *), Sitti Khadijah Maulinda Zakaria**)

 

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

**) Program Studi Diploma III Farmasi

 

ABSTRAK

 

DRPs adalah setiap kejadian yang melibatkan terapi obat yang secara nyata atau potensial terjadiakan mempengaruhi hasil terapi yang diinginkan. Suatu kejadian dapat disebut masalah terkait obat bila pasien mengalami kejadian tidak diinginkan baik berupa keluhan medis atau gejala dan ada hubungan antara kejadian tersebut dengan terapi obat. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui kejadian Drug Related problems (DRPs) pada pasien“X” penderitadiabetes mellitus tipe II di RSUD Haji Kota Makassar. 

Jenis penelitian ini adalah obs-ervasional (studi kasus) yang bersifat prospektif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21-27 April 2015 dengan 1 pasien diabetes mellitus tipe II. Instrumen yang digunakan yaitu American Diabetes Association Tahun 2015, Pharmaceutical Care Penyakit Diabetes MelitusDan Drug Interaction Checker.Analisis data dilakukan dengan cara melihat hasil rekam medik berupa riwayat pengobatan, kemudian dianalisis apakah terjadi DRPs atau tidak dengan menghitung jumlah kategori DRPs yang terjadi pada pasien. Hasil penelitian menemukan 5 (lima) kejadian DRPs yaitu dosis sub terapi, indikasi yang tidak ditangani, pilihan obat yang kurang tepat, interaksi obat dan pengunaan obat tanpa indikasi pada pasien “X” diabetes melitus tipe II rawat inap di RSUD Haji kota Makassar.

 

Kata kunci: Drug Related Problems (DRPs), Diabetes Melitus Tipe II

IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA POLAR DAN NONPOLAREKSTRAK METANOL DAUN JATI BELANDA (Guazumae ulmivolia L.) SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

 

Tajuddin Abdullah *), Muhammad Saud *)

 

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

 

Telah dilakukan penelitian identifikasi komponen kimia terhadap ekstrak Daun Jati belanda (Guazumae ulmivolia L.) secara Kromatografi Lapis Tipis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui  jumlah komponen kimia polar dan nonpolar secara Maserasi dengan pelarut Metanol, selanjutnya dengan pelarut eter dan pelarut  n–Butanol jenuh air dalam corong pisah. Pemisahan komponen kimia ekstrak Daun Jati belanda dengan cara Kromatografi Lapis Tipis menggunakan adsorben silika gel dengan cairan pengelusi atau eluen yang digunakan yaitu untuk ekstrak MeOH adalah CHCl3-MeOH-H2O (16:5:1) dan heksan-EtOAc (7:3). Untuk Ekstrak Et2O adalah heksan-EtOAc (7:3), sedangkan untuk ekstrak n-BuOH adalah CHCl3-MeOH-H2O (16:5:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah komponen kimia ekstrak Metanol pada Daun Jati belanda terdapat 5 komponen pada sinar UV dan 7 komponen dengan H2SO4 10% v/v, ekstrak eter terdapat 4 komponen pada sinar UV dan 4 komponen dengan H2SO4 10% v/v, ekstrak n-Butanol 1 komponen pada sinar UV dan 2 komponen dengan H2SO4 10% v/v.

 

Kata Kunci :Daun Jati belanda, Maserasi, Kromatografi Lapis Tipis

Untuk Artikel Lengkap Silahkan Klik Disini

UJI EFEK ANTIDEPRESAN EKSTRAK n-HEKSAN RIMPANG DRINGO (Acorus calamus L.) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) DITINJAU DARI IMMOBILITY TIME PADA  TAIL SUSPENSION TEST

 Suryanita*)

 *) STIKES Nani Hasanuddin Makassar

 ABSTRAK

Antidepressant effects of n-hexane extracts dringo rhizomes (Acorus Calamus L.) in male mice (Mus musculus) viewed from the Immobility Time in Tail Suspension Test. This study aims to determine the antidepressant effects of n-hexane extracts dringo rhizomes (Acorus Calamus L.) based on the long Immobility time in the Tail Suspension Test of male mice. This research used 15 male mices that evaluated and divided into 5 groups that each group has 3 mices. For 2 weeks all groups of mice were tail suspended for 6 minute / day. After that, for 2 weeks without tail suspended and done treatment Group I given suspension amitriptyline as a positive control. Group II, III, and IV given n-hexane extract dringo rhizomes (Acorus Calamus L.) concentration of 0.25%, 0.5% and 0.75%. Group V is given colloidal solution of Na-CMC 1% as a negative control. Administration of drugs amitriptyline and n-hexane extracts dringo rhizomes (Acorus Calamus L) is done orally. After 2 weeks of treatment, all groups performed Tail Suspension Test for 6 minutes to measure Immobility Time of each group. Data processed by the Test Descriptive Statistics and Wilcoxon Signed Ranks Test, and continue again with ANOVA and Post Hoc Tests. The results showed that n-hexane extracts dringo rhizomes (Acorus Calamus L.) concentration of 0.75% has an antidepressant effect similar to Amitriptyline.

Key Words : Male mice , Extracts Dringo Rhizomes, Antidepressant

Untuk Artikel Lengkap Silahkan Klik Disini

 

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL AKAR NAFAS TUMBUHAN API-API (Avicennia marina Blum) TERHADAP PERTUMBUHAN

Staphylococcus aureus

 

Tahir Ahmad *), Yuyun Sari *)

*) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

ABSTRAK

Telah di lakukan penelitian tentang uji daya hambat ekstrak etanol akar nafas tumbuhan Api-api dengan tujuan menentukan besarnya zona hambatan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Dalam penelitian ini digunakan metode difusi dan medium  Nutrient Agar (NA)dengan menggunakan paper disk dan sampel Ekstrak akar nafas Api-api dengan konsentrasi 2% b/v, 4% b/v, 8% b/v dan kontrol positif tetrasiklin 30 ppm dan kontrol negatif Na CMC 1% b/v. Hasil yang diperoleh memperlihatkan luas zona hambatan di sekitar paper disk dengan diameter yang berbeda-beda untuk setiap konsentrasi. Untuk konsentrasi 2%b/v adalah 12mm, untuk konsentrasi 4%b/v adalah 15mm, untuk konsentrasi 8%b/v yaitu 16,33 mm dan kontrol positif yaitu 22 mm sedangkan kontrol negatif tidak ditemukan adanya zona hambatan.Berdasarkan Analisis Statistik dengan menggunakan Analisis Varian ( ANAVA ) dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil menunjukkan adanya perbedaan yang nyata ekstrak akarnafas Api-api (Avicennia marina Blum) pada masing-masing konsentrasi dengan Fhit = 747,41 pada taraf  α = 0,05 = 3,48 maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak Akar nafas Api-api (Avicennia marina Blum) memiliki daya hambat terhadap Staphylococcus aureus.

 

Kata kunci : Daya Hambat, Ekstrak Akar nafas Api-api dan Staphylococcus aureus.

Untuk Artikel Lengkap Silahkan Klik Disini

PENGARUH METODE PENYARIAN TERHADAP AKTIVITAS DAUN JAMBU BIJI (Psidiumguajava L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus

St. Ratnah*)

*) JurusanFarmasiPoltekkesKemenkes Makassar

 ABSTRAK

Pengaruh Metode Penyarian Terhadap Aktivitas Daun Jambu Biji    (Psidiumguajava L.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktifitas, pengaruh metode penyarian dan pengaruh konsentrasi dari ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.  Metode yang digunakan adalah metode disc diffusion, dimana tanaman yang digunakan adalah daun jambu biji yang dipetik secara acak, dibuat simplisia kemudian diekstraksi dengan metode infusa dan rebusan., selanjutnya dilakukan uji aktifitas. Data yang diperoleh dilanjutkan dengan uji statistik.Dari hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa Daun jambu Biji (Psidium gujava L.) memiliki aktifitas dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.  Metode penyarian tidak berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Konsentrasi dari masing-masing metode penyarian berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Dilihat dari diameter daya hambat, rebusan 30 % yang paling aktif menghambat yaitu dengan diameter 10,67 mm.

 

Kata Kunci : Staphylococcus aureus, ekstrak daun jambu biji,  Disc Difusion.

Untuk Artikel Lengkap Silahkan Klik Disini