Kompetensi adalah akumulasi kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatu deskripsi kerja secara terukur melalui asesmen yang terstruktur, mencakup aspek kemandirian dan tanggung jawab individu pada bidang kerjanya. Capaian Pembelajaran (learning outcomes) merupakan internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja. Adapun mengenai penerapan KKNI ini diatur dalam Permendikbud No. 73 tahun 2013 tentang Penerapan KKNI Bidang Pendidikan Tinggi.
Hal inilah yang disampaikan oleh Bapak Achmad Ridwan, selaku narasumber pada kegiatan workshop yang bertemakan “Tinjauan Kurikulum Berbasis KKNI & Penyesuaian Kurikulum Mata Kuliah Teori dan Praktikum” pada tanggal 24 – 25 November 2015 yang bertempat di Aula Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen pengajar Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar.
Dalam kegiatan ini, narasumber mengungkapkan bahwa saat ini di Indonesia (juga di USA), kinerja tidak menjadi dasar dalam hal upah (gaji), berbeda dengan Jepang, Vietnam, Singapura, dsb., middle class (vokasi) dapat melampaui SDM yang berpendidikan tinggi, dengan syarat memiliki kinerja yang maksimal. KKNI inilah yang menjadi kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.