UJI EFEK TUKAK LAMBUNG (Peptic Ulcer) EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT TERHADAP LAMBUNG MENCIT (Mus musculus)
Ariyani Buang
Program Studi Farmasi F.MIPA Univ. Pancasakti Makassar
ABSTRAK


Telah dilakukan penelitian Uji efek iritasi ekstrak etanol Rimpang Kunyit (Curcuma domestica rhizome) terhadap lambung mencit (Mus musculus) dengan tujuan untuk mengetahui iritasi lambung yang terjadi setelah diberikan ekstrak etanol Rimpang Kunyit. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit jantan yang terbagi dalam 5 kelompok. Kelompok I diberi larutan Na.CMC 1% b/v sebagai kontrol. Kelompok II, III, IV, diberi suspensi ekstrak etanol Rimpang Kunyit dengan konsentrasi 1% b/v, 3% b/v, 5% b/v, dan kelompok V dibersi suspensi Asetosal 0,2% b/v; semua perlakuan diberikan secara oral selama 7 hari. Pengamatan dilakukan pada hari kedelapan dengan melakukan pembedahan pada lambung dan mengamati adanya iritasi berupa bintik merah, pendarahan atau perforasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya konsentrasi ekstrak etanol Rimpang Kunyit 5% b/v dapat menimbulkan iritasi lambung mencit, sedangkan untuk konsentrasi 1% b/v dan 3% b/v tidak menimbulkan tukak lambung mencit.
Kata kunci : Tukak lambung, rimpang kunyit.

Jurnal Lengkap Silahkan Klik disini

Peer Review Silahkan Klik Disini dan Disini

PEMBUATAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT BIJI BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.)SEBAGAI ANTI DIABETES
Ariyani Buang
Program Studi Farmasi FMIPA Univ Pancasakti Makassar

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ekstrak biji buah rambutan dapat dibuat granul effervescent yang memenuhi persyaratan pH, kadar air, dan waktu larut granul effervescent yang baik. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasetik Jurusan Farmasi Politeknik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Makassar. Penelitian ini menggunakan asam sitrat dan asam tartrat sebagai sumber asam serta natrium bikarbonat sebagai sumber basa yang dibagi menjadi tiga formula dengan perbandingan asam antara asam sitrat : asam tartrat terdiri atas formula 1 (1:1), formula 2 (1:2), dan formula 3 (2:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji pH yang memenuhi persyaratan mendekati netral antara 6-7 yaitu 6 pada formula 2 dan 3 dan tidak signifikan serta tidak berbeda nyata karena nilai signifikan pada Anova >0,05, pada uji kadar air belum ada yang memenuhi persyaratan 0,3-0,7% tapi yang paling kecil kadar airnya adalah formula 2 sebesar 4,11 %, dan pada uji waktu larut yang memenuhi persyaratan antara 1-2 menit yaitu formula 2 selama 1,33 menit dan kedua parameter ini signifikan serta berbeda nyata karena nilai signifikan pada Anova <0,05. Jadi formula yang hampir memenuhi standar adalah formula 2 (1:2)
Kata kunci : Granul Effervescent, Nephelium lappaceum L., Anti diabetes, Ekstrak

Jurnal Lengkap Silahkan Klik disini

Peer Review Silahkan Klik Disini dan Disini

PENGARUH INFUS DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon spicatus B.B.S) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus)
Ariyani Buang
Program Studi Farmasi, FMIPA Universitas Pancasakti Makassar
ABSTRAK


Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh infus daun kumis kucing (Orthosiphon spicatus B.B.S) terhadap penurunan kadar asam urat pada kelinci jantan dan mengetahui konsentrasi infus daun kumis kucing memberikan efek yang optimal.dan pada tentang penggunaan infus daun kumis kucing sebagai penurunan kadar asam urat. Penelitian ini menggunakan 15 ekor kelinci jantan yang terbagi dalam 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor. Hewan uji dipuasakan selama 8 jam, lalu diberi larutan kafein 0,3% b/v sebagai penginduksi kadar asam urat awal. Kelompok I sebagai kontrol diberi larutan NaCl 0,9%, kelompok II, III, dan IV diberi infus daun kumis kucing dengan konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, dan 40% b/v serta kelompok V diberi suspensi alopurinol 0,058% b/v sebagai pembanding. Pemberian dilakukan secara oral 12 ml/1,5 kg BB. Setiap menit ke 10, 30, dan 60 dilakukan pengukuran kadar asam urat dengan menggunakan alat multi check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh infus daun kumis kucing pada konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, dan 40% b/v dapat menurunkan kadar asam urat pada kelinci jantan dengan persentase berturut-turut sebesar 17,42%, 27,39% dan 30,78%. Sedangkan pada konsentrasi 40% b/v tidak berbeda nyata dibandingkan suspensi alopurinol 0,058% b/v yaitu 33,89% ( α = 0,05).
Kata kunci : Daun Kumis Kucing, asam urat

Jurnal Lengkap Silahkan Klik disini

 Peer Review Klik Disini dan Disini

 

POTENSI PENGEMBANGAN PISANG AMBON (Musa sapientum L) DAN PISANG KEPOK (Musa balbisiana L) SECARA FERMENTASI UNTUK PRODUKSI ANGGUR PISANG

Ariyani Buang
Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Pancasakti Makassar
ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan anggur pisang dengan konsep industri rumah tangga dan mengetahui jenis mana yang lebih berpotensi untuk dikembangkan menjadi anggur pisang berdasarkan organoleptis dan kadar alkoholnya dengan menggunakan metode destilasi. Pada penelitian ini digunakan Pisang Ambon dan Pisang Kepok.
Pada analisis kualitatif kedua hasil fermentasi substrak positif mengandung alkohol. Pada uji organoleptis meliputi : aroma, rasa dan kenampakan kedua jenis pisang berpotensi dibuat anggur pisang namun aroma hasil fermentasi pisang ambon lebih harum dan khas. Pada analisis kuantitatif hasil fermentasi kedua sampel terdapat perbedaan kadar alkohol yang signifikan yaitu : 9,48 % untuk substrat pisang ambon dan 5,45 % untuk substrat pisang kepok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat pisang ambon lebih berpotensi untuk dikembangkan menjadi anggur pisang karena memiliki kadar alkohol yang mendekati kadar alkohol untuk anggur pisang yaitu : 12 %.
Kata kunci : Pisang Ambon, Pisang Kepok, Fermentasi, Anggur.

Jurnal Lengkap Silahkan Klik disini

Peer Review Silahkan Klik disini dan Disini