UJI EFEK ANTIHIPERLIPIDEMIA KOMBINASI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) PADA TIKUS WISTAR

Jumain*), Muhammad Saud*), Hendra Stevani*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar Kemenkes RI

ABSTRAK

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional oleh masyarakat sudah terkenal dan sampai sekarang penggunaannya semakin meningkat. Salah satu tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat antihiperlipidemia yaitu daun salam dan daun sirsak, yang banyak tumbuh di seluruh daerah di negara ini, namun permasalahan yang ditemukan bahwa keyakinan tersebut belum didukung oleh data ilmiah. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan kombinasi ekstrak daun salam dan ekstrak daun sirsak dengan perbandingan: kelompok I 2,5% : 2,5%, kelompok II 2,5% : 5%, kelompok III 5% : 2,5% dalam menurunkan kadar kolesterol total pada tikus yang sebelumnya dinaikkan kadar kolesterol totalnya dengan pemberian pangan tinggi lemak. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun salam dengan ekstrak daun sirsak memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar kolesterol total tikus, dimana kombinasi terbaik diperoleh pada 5% ekstrak daun salam dan 2,5% ekstrak daun sirsak

Kata kunci : kombinasi,daun salam,daun sirsak,  hiperlipidemia, tikus wistar

 

Artikel Lengkap Klik di Sini 

PENGARUH REAKSI MAILLARD PERUBAHAN WARNA DAN MUTU FISIK TABLET PARASETAMOL DENGAN PENGISI LAKTOSA

Hendra Stevani*), Sarah Imelda**), Sri Aulia Pijjara**)

*)Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar Kemenkes RI

**) STIKES Nani Hasanuddin

ABSTRAK

 

Reaksi Maillard merupakan reaksi kimia yang terjadi antara asam amin dan gula pereduksi. Biasanya reaksi maillard terjadi pada perubahan suhu yang tinggi dan kelembaban. salah satu senyawa asam amin adalah parasetamol yang digunakan sebagai bahan aktif dengan bahan tambahan yang digunakan adalah laktosa yang bersifat sebagai gula pereduksi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reaksi Maillard terhadap perubahan warna dan mutu fisik tablet parasetamol. Hasil yang diperoleh pada penyimpanan selama 1 minggu tablet parasetamol dengan pengisi laktosa tidak terjadi perubahan warna (browning) pada suhu panas, kondisi lembab dan suhu kamar, namun terjadi peningkatan persentase keregasan pada semua kondisi penyimpanan dibandingkan sebelum penyimpanan, kekerasan tablet yang di simpan pada suhu panas menghasilkan tablet yang lebih eras dibandingkan suhu kamar dan kondisi lembab, sedangkan waktu hancur tablet pada suhu lembab dipengaruhi, dibandingkan pada suhu kamar dan panas.

kata kunci : Parasetamol, Laktosa, Mutu Fisik tablet, reaksi Maillard

Artikel Lengkap Klik di Sini

 

 

Pengaruh penggunaan pati Biji Alpukat (Persea gratissima Gaertn) sebagai pengikat terhadap mutu fisik tablet Parasetamol

Eva Donna Br. Simanungkalit* Ariyani Buang* Hendra Stevani**

*Pancasakti Fakultas MIPA

** Poltekkes Jurusan Farmasi

 

Biji buah alpukat saat ini hanya dibuang sebagai limbah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal di dalam biji alpukat mengandung zat pati yang cukup tinggi, yakni sekitar 23%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik tablet Paracetamol dengan menggunakan pati Biji Alpukat sebagai bahan pengikat yang dibuat dengan metode granulasi basah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dimana tablet Parasetamol dibuat dengan konsentrasi pati biji alpukat yang berbeda yaitu F1 20%, F2 30%, F3 35% dan F4 35% sebagai pembanding dengan menggunakan Avicel. kemudian dilakukan beberapa pengujian sebagai syarat mutu suatu tablet diantaranya pengujian granul yang meliputi uji kadar air, daya alir(sudut diam), Bj sebenarnya, Bj nyata, dan porositas, juga dilakukan pengujian mutu fisik tablet yang meliputi uji keseragaman ukuran, uji keseragaman bobot, uji keregasan, uji kekerasan dan uji waktu hancur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kandungan Amilosa pati biji Alpukat pada konsentrasi F1, F2, F3 dan F4 belum memenuhi persyaratan sebagai pengikat tablet.

kata Kunci : Pati Biji Alpukat (Persea gratissima Gaertn), Pengikat,Mutu Fisik Tablet Parasetamol

Artikel Lengkap Klik di Sini

GAMBARAN TINGKAT PENGGUNAAN ANTIBIOTIK  DI RUMAH SAKIT UMUM DAYA KOTA MAKASSAR

 *)Megawati  **) Hendra Stevani (**Hasnah Ibrahim (**Mispari

*) STIKES Nani Hasanuddin **)Poltekkes Makassar

 

ABSTRAK

Penelitian mengenai tingkat penggunaan antibiotik dilakukan di Rumah Sakit Umum Daya kota Makassar pada bulan Januari-juni 2012, yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang tentang tingkat penggunaan antibiotik, dan jenis penyakit berdasarkan musim di Rumah Sakit tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan cara mengumpulkan data sekunder berupa jenis penyakit dan penggunaan antibiotik. Data yang diperoleh dipersentasekan kemudian dibuat dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cotrimoksazol tablet merupakan antibiotik yang paling tinggi jumlah penggunaannya dibanding antibiotik lainnya yakni sebanyak 591 tablet (54,8%) dan merupakan antibiotik yang paling sering digunakan tiap bulannya. Dan tingkat penggunaan tertinggi pada bulan Februari sebanyak 305 (28,2%). Serta terdapat 4 jenis penyakit penyakit yaitu disentri akut, demam thypoid, febris, dan gastroenteritis akut. Jenis penyakit yang paling sering muncul dari bulan Januari-Juni adalah gastroenteritis akut dan demam thypoid.

Kata kunci, Penggunaan, Antibiotik RSU Daya

Artikel lengkap Klik di Sini

 

 

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL HERBA DARUJU (Achantus iliciafolius L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH KELINCI (Oryctolagus cuniculus)

*)Muhammad Saud, *)Jumain, *)Hendra Stevani

*)Jurusan Farmasi Poilteknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

 

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian ekstrak etanol herba daruju  terhadap kadar glukosa darah kelinci dengan tujuan untuk menambah data ilmiah mengenai penggunaan tanaman daruju sebagai obat diabetes melitus sehingga penggunaanya sebagai obat tradisional dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 

Dalam penelitian ini digunakan 15 ekor kelinci jantan yang dibagi dalam 5 kelompok setiap kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci Sebelum perlakuan hewan uji dipuasakan lalu kadar glukosa darahnya diukur sebagai glukosa darah puasa  lalu diberi larutan glukosa 5 % b/v, sejam kemudian kadar glukosa darahnya diukur sebagai kadar glukosa awal. Kemudian  kelompok I diberi larutan Na.CMC 1 %, kelompok II,III  dan IV diberi suspensi ekstrak etanol herba daruju masing masing dengan konsentrasi 1 %, 3 % dan 5% serta kelompok V diberi suspensi Glibenklamid 0,003 % secara oral dengan konsentrasi 20 ml / 2,5 kg berat badan kelinci. Lalu diukur kadar glukosa darahnya setiap interval  60 menit sebanyak 5 kali pengukuran dengan alat glukometer. Hasil penelitian menampakkan bahwa ekstrak etanol herba daruju dengan konsentrasi 1 %, 3% dan 5 % menampakkan efek penurunan kadar glukosa darah kelinci. Ekstrak etanol herba daruju pada konsentrasi 3% dan 5 % menunjukan efek yang sama dengan efek yang ditimbulkan oleh suspensi glibenklamid 0,003 % (alfa= 0,05)

Artikel Lengkap klik di sini