ANALISIS KANDUNGAN KAPORIT DALAM AIR TAHU KEMASAN YANG BEREDAR DI KOTA MAKASSAR DENGAN METODE IODOMETRI

 

Santi Sinala*), Tajuddin Abdullah*), Dwi Annita Asri*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kaporit pada air tahu kemasan yang dijual di kota Makassar. Pengujian dilakukan terhadap 3 sampel air tahu kemasan yang berasal dari pabrik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kaporit pada air tahu kemasan A ialah sebesar 28,5960 ppm dan kadar kaporit air tahu kemasan B ialah sebesar 27,1670 ppm ppm serta kadar kaporit air tahu kemasan C ialah sebesar 35,0300 ppm berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ketiga sampel air tahu kemasan tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan pemerintah dimana kadar maksimal yang diperbolehkan ialah sekitar 10 ppm.

Kata Kunci: Kaporit, Air Tahu, Iodometri.

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN OBATDI APOTEK RUMAH SAKIT UMUM LASINRANG KABUPATEN PINRANG

 

Muhammad Saud*), Ida Adhayanti*). Nurlinda*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan  Kemenkes RI Makassar

 

ABSTRAK

Kepuasan pelayanan merupakan suatu respon pasien terhadap kesesuaian yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual pelayanan yang dirasakan. Pasien menuntut sikap petugas yang profesional, ramah, ikhlas, bermutu dan antusias. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2015 di Rumah Sakit Umum Lasinrang kabupaten Pinrang yang bertujuan untuk menentukan tingkat kepuasan pasien rawat jalan tehadap pelayanan obat di RSU Lasinrang Kabupaten Pinrang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 100 orang responden yang dihitung menurut rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pertanyaan dalam kuesioner dikelompokkan menjadi 5 (lima) dimensi yaitu :Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Daya tanggap), Assurance (Jaminan), Emphaty (Kepedulian), Tangibles (Bukti lansung). Data yang diperoleh diolah menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang termasuk dalam kategori sangat puas 18,33%, kategori puas 54,80%, kategori tidak puas 4,07%, kategori sangat tidak puas 0,12%. Berdasarkan hasil jawaban responden tersebut diperoleh total persentase skor sebanyak 77,32 % yang berarti bahwa pasien rawat jalan puas terhadap pelayanan obat di Apotek Rumah Sakit Umum Lasinrang. 

Kata kunci : Tingkat kepuasan, pelayanan obat, RSU Lasinrang Kabupaten Pinrang 2015

IDENTIFIKASI PEWARNA MERAH  SINTETIK  PADA  MINUMAN SIRUP  PRODUK LOKAL KOTA PARE-PARE  SULAWESI  SELATANSECARA  KROMATOGRAFI  LAPIS  TIPIS DAN SPEKTROFOTOMETRI  SINAR TAMPAK

 

Hj. Nurisyah *), H. Asyhari Asyikin *)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

 

ABSTRAK

Dewasa ini pangan disajikan dalam berbagai bentuk dan variasi, salah satunya adalah minuman olahan, Pelaku usaha bisnis minuman  semakin menjamur dengan berbagai jenis menu dan aneka konsep akan produknya yang dapat  berbahaya bagi yang mengkomsumsinya khusunya penggunaan pewarna yang memberikan daya tarik bagi konsumen. (Ayodya, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pewarna merah sintetik pada minuman sirup produk lokal Kota Pare-Pare Sulawesi Selatan dengan metode kromatografi lapis tipis dan spektrofotometri  sinar tampak serta untuk menentukan kesesuaian zat  pewarna  yang digunakan dengan  Permenkes RI No.033 Tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan.  Jenis pewarna merah sintetik yang diidentifikasi adalah Rhodamin B, Eritrosin, Ponceau 4R, dan Carmoisine. Dari hasil analisis kualitatif dengan metode kromatografi lapis tipis dengan menggunakan eluen n-butanol : asam asetat glasial : air (28:14:16,8) diperoleh harga Rf sampel 0,83 dan baku pembanding Carmoisine 0,83. Pengukuran serapan dengan menggunakan spektrofotometri sinar tampak pada panjang gelombang maksimun 515 nm diperoleh kadar Carmoisine dalam sirup sebesar 36,31 mg/kg. Berdasarkan hasil uji diatas, dapat disimpulkan bahwa sirup produk lokal Kota Pare-Pare Sulawesi Selatan, menggunakan zat pewarna sintetik Carmoisine yang kadarnya tidak melebihi kadar yang diizinkan sebagai bahan pewarna makanan dalam Permenkes RI No.033 Tahun 2012. Sebesar 70 mg/kg, sehingga sirup yang diujikan masih dalam batas aman untuk dikonsumsi.

Kata Kunci : Sirup, Pewarna Merah Sintetik, Kromatografi Lapis Tipis,  Spektrofotometer Sinar Tampak

EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL HERBA CAKAR AYAM (Selaginella willdenovii Bak.)TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO

 H. Tahir Ahmad*),  Hendra Stevani*),  Andjani Gita Fajarningrum*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

 ABSTRAK

Tanaman Cakar Ayam (Selaginella willdenovii Bak.) banyak digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan infeksi pada luka, namun data ilmiah tentang hal tersebut belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak etanol Herba Cakar Ayam (Selaginella willdenovii Bak.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus secara in vitro dengan metode difusi agar menggunakan paper disk dan medium Nutrient Agar (NA). Jenis penelitian observasi laboratorium dengan mengukur luas zona hambat pada masing-masing konsentrasi 2% b/v, 4% b/v, 8% b/v, dan Clindamicyn sebagai kontrol positif sertasuspensi Na.CMC 1%  b/v sebagai kontrol negatif.Hasil yang diperoleh memperlihatkan luas zona hambatan untuk konsentrasi 2% adalah 12,66 mm, untuk konsentrasi 4% adalah 14,66 mm, untuk konsentrasi 8% yaitu 19,33 dan kontrol positif yaitu 22,33 mm sedangkan kontrol negatif tidak ditemukan adanya zona hambatan.Berdasarkan Analisis Statistik dengan menggunakan Analisis Varian(ANAVA) dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil menunjukkan semua konsentrasi memiliki perbedaan luas hambatan signifikan lebih besar dari kontrol negatif dan semua konsentrasi memiliki luas hambatan signifikan lebih kecil dari pembanding dimana efek antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus yang paling signifikan yaitupada konsentrasi 8% yaitu 19,33 mmdimanaFhit> Ftab pada taraf  α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Herba Cakar Ayam (Selaginella willdenovii Bak.) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus secara in vitro.

Kata kunci: Daya Hambat, Ekstrak Etanol Herba Cakar Ayam (Selaginella willdenoviiBak.), Staphylococcus aureus

Artikel Lengkap Klik di Sini

UJI DAYA HAMBAT PERASAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus

 Ismail Ibrahim*), Mia Audina Hamka*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya hambat perasan Daun Sirih terhadap Staphylococcus aureus Konsentrasi yang digunakan 25% v/v, 50% v/v dan 100% v/v dengan aqua pro injeksi steril sebagai kontrol negatif dan Clindamicin sebagai kontrol positif. Diameter zona hambatan rata-rata yang dihasilkan oleh sampel Perasan Daun Sirih dengan konsentrasi 25% v/v adalah 11,0 mm, konsentrasi 50% v/v adalah 15,33 mm, konsentrasi 100% v/v adalah 17,66 mm, dan kontrol positif sebesar 20,33. Hasil analisis secara statistik antara 25% v/v, 50% v/v dan 100% v/v menunjukkan perbedaan daya hambat. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disimpulkan bahwa perasan Daun Sirih dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.

Kata kunci :,Perasan Daun Sirih, Daya Hambat, Staphylococcus aureus