PENGARUH PERBEDAAN VARIETAS DAUN MIANA (Coleus scutellarioides [L] Benth) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus pneumonia

 

Sesilia Rante Pakadang*)

*)Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh varitas Daun Miana (Coleus scutellarioides [L] Benth) terhadap pertumbuhan Streptococcus penumoniae. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan aktivitas antibakteri Daun Miana (Coleus scutellarioides [L] Benth) terhadap pertumbuhan Streptococcus penumoniae. Penelitian ini menggunakan bahan uji varitas A, B dan C berdasarkan perbedaan warna dari daun miana, dengan metode disc diffusion dan media MHA. Diameter zona hambatan rata-rata yang dihasilkan oleh Daun Miana (Coleus scutellarioides [L] Benth) varitas A (daun hijau) = 12,3mm; varitas B (daun ungu) = 16,6mm dan varitas C (daun ungu hijau)= 15,6mm.  Hasil analisis statistic Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan zona hambat antara varitas B dengan C, tetapi keduanya berbeda dengan varitas A.

 

Kata kunci :  Varitas Daun Miana, Streptococcus pneumoniae

Artikel lengkap klik di sini

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Multivitamin Anak Secara Swamedikasi di Apotek Anita Farma 2 Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara

H.Asyhari Asyikin*), Mispari*) , Dewi Sartika*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

Masalah dalam penelitian ini adalah banyaknya multivitamin anak yang beredar di kalangan masyarakat saat ini seiring dengan banyaknya gangguan kesehatan pada anak yang menyebabkan orang tua memiliki banyak faktor dalam memilih multivitamin pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan multivitamin anak secara swamedikasi di apotek Anita Farma 2 kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang ditemui pada saat penelitian berlangsung dengan metode Accidental Sampling. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor pengetahuan menempati urutan pertama dengan persentase skor 98,57% yang mempengaruhi penggunaan multivitamin anak secara swamedikasi di Apotek Anita Farma 2 kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara, faktor promosi dengan persentase skor 50,00%, faktor informasi lingkungan dengan persentase skor sebesar 47,14% dan faktor pengalaman/kebiasaan dengan persentase skor sebesar 52,86%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan multivitamin anak secara swamedikasi di Apotek Anita Farma 2 kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara secara berturut-turut adalah faktor pengetahuan, faktor pengalaman/kebiasaan, faktor promosi dan faktor informasi lingkungan.

Kata Kunci : Multivitamin, Swamedikasi, Apotek

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD. DAYA MAKASSAR TAHUN 2013

 

Junaeda Rasyad*), Masykuriah*)

*)Akademi Kebidanan Muhammadiyah Makassar

 

ABSTRAK

Penyebab kematian ibu pertama di Indonesia adalah perdarahan yaitu 50-60 %, infeksi merupakan penyebab kematian kedua yaitu 25-30%. Salah satu penyebab terjadinya infeksi adalah ketuban pecah dini yang secara tidak langsung mempengaruhi AKB dan AKI. Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan atau sebelum inpartu, pada     pembukaan < 4 cm atau fase laten (Taufan Nugroho, 2010). Jenis penelitian adalah analitik deskriftif bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Daya Makassar tahun 2013. Penelitian dilaksanakan pada bulan Junii – September 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin yang pernah dirawat di Kamar Bersalin RSUD Daya Makassar tahun 2013. sebanyak 392 orang, Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang    pernah dirawat di kamar bersalin RSUD Daya Makassar tahun 2013 yang mengalami ketuban pecah dini dan tidak mengalami ketuban pecah dini dan  memiliki kriteria penelitian yaitu usia ibu, paritas dalam rekam medik.sampel sebanyak 96 orang. Tekhnik pengambilan sampel secara simple random sampling.

Kata Kunci :  Ibu bersalin, KPD

Penerapan Pelayanan Farmasi Klinik di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar

 

Rusli*), Raimundus Chaliks*),  Muh. Jufri*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

 

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian di Rumah Sakit Bhayangkara periode Mei-Juni 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pengumpulan data berdasarkan fakta yang diperoleh langsung di lapangan, yakni dengan mengumpulkan hasil wawancara serta hasil pengamatan. Data diolah berdasarkan temuan yang didapatkan di lapangan dan membandingkannya dengan kepustakaan. Data yang diperoleh kemudian disajikan sebagai data kualitatif dan dinarasikan. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan pelayanan farmasi klinik di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar belum terlaksana sepenuhnya sesuai dengan Permenkes RI No. 58 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.

Kata kunci: Farmasi klinik, Rumah Sakit Bhayangkara

PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) SECARA IN VITRO EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa Oleifera) SEBAGAI BAHAN TABIR SURYA

 

Tajuddin Abdullah*), Ratnasari Dewi*), Mutmainna*)

*)Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Makassar

 

ABSTRAK

Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) secara IN Vitro Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Bahan Tabir Surya Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Organik dan Laboratorium Riset Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan tabir surya dengan terlebih dahulu  menimbang 25 mg ekstrak daun kelor kemudian dilarutkan dengan etanol 96 % dimasukkan kedalam labu ukur 50 ml sehingga diperoleh konsentrasi 500 ppm, lalu diambil 2,5 ml, 5 ml, 10 ml, 20 ml masing-masing dimasukkan kedalam labu ukur 50 ml sehingga diperoleh konsentrasi 25 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, kemudian diukur serapannya dengan panjang gelombang 290-320 menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan konsentrasi 200 ppm dengan nilai SPF 3, 089 yang masuk dalam kategori tabir surya proteksi minimal .

Kata Kunci : Daun Kelor (Moringa oleifera), nilai Sun Protection Factor (SPF), Tabir Surya.