EVALUASI TERAPI SULIH ANTIBIOTIK PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS RAWAT INAP DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MAKASSAR

Estherina Allo Pajung*)

*) Akademi Farmasi Toraja

ABSTRAK

Peningkatkan mutu penggunaan antibiotik dapat dilakukan melalui terapi sulih merupakan bagian dari penggunaan antibiotik bijak yang bermanfaat bagi kenyamanan penderita, mengurangi biaya, mempercepat waktu keluar rumah sakit, mengurangi iv line infection dan terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola sensitivitas bakteri terhadap antibiotik dan pelaksanaan serta efektivitas terapi sulih antibiotik pasien pneumonia komunitas rawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudiro Husodo Makassar. Metode penelitian adalah deskriptif secara observasional prospektif pada evaluasi terapi sulih antibiotik pasien pneumonia komunitas rawat inap (November 2014-Januari 2015) dan secara observasional retrospektif pada pola sensitivitas bakteri terhadap antibiotik selama 2012-2014. Hasil yang diperoleh adalah selama tahun 2012-2014 sensitivitas bakteri gram negatif dan gram positif terhadap antibiotic memiliki kategori rendah (<30%) terhadap golongan Sefalosforin. Sebesar 44,44% psien pneumonia komunitas menjalani terapi sulih dengan tingkat perbaikan klinis sebesar 68,75% dan lama perawatan < 8 hari. Sensitivitas bakteri Gram negative dan Gram positif teradap antibiotic Sefalosporin (Seftriakson dan Sefataksim) memiliki kategori rendah. Penerapan terapi sulih antibiotik pada pasien pneumonia komunitas rawat inap dengan tingkat keparahan sedang hingga berat memiliki efektifivitas 68,78% dengan lama perawatan lebih singkat (<8 hari).

 Kata kunci: terapi sulih, antibiotik, pneumonia, komunitas, rawat inap

Artikel Lengkap Klik di Sini