PENENTUAN TOTAL POLIFENOL DAN TOTAL FLAVONOID SERTA UJI AKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL PROPOLIS TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

 

Santi Sinala*)

*) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

 

ABSTRAK

Salah satu penyakit kulit yang merisaukan remaja dan dewasa adalah jerawat atau acne vulgaris, karena dapat mengurangi kepercayaaan diri seseorang. Penyakit ini salah satunya disebabkan oleh bakteri yaitu Propionibacterium acnes. Propolis telah diketahui sebagai salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas daya hambat terhadap bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak etanol propolis terhadap bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes secara in-vitro serta mengetahui kadar kandungan total flavonoid dan total polifenol dalam ekstrak. Manfaat dari penelitian ini adalah bahwa propolis dapat digunakan sebagai salah satu bahan aktif pada pembuatan sediaan kosmetik medik pada pengobatan jerawat. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian secara eksperimental secara in vitro. Bahan penelitian yaitu raw propolis yang diekstraksi secara maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan dan etanol 70%, yang nantinya akan menghasilkan ekstrak etanol propolis. Terdapat tiga variabel pengukuran yaitu pengukuran total flavonoid dengan menggunakan pembanding kuarsetin menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 422,5 nm, pengukuran total polifenol dengan menggunakan pembanding asam gallat yang keduanya diukur menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 641,5 nm serta pengujian aktivitas daya hambat ekstrak etanol terhadap bakteri P. acnes dengan menggunakan metode difusi agar dengan seri konsentrasi 1%, 3% dan 5% dalam pelarut DMSO. Hasil penelitian terhadap uji total flavonoid dan total polifenol berdasarkan perhitungan kadar pada persamaan garis lurus diperoleh data bahwa total polifenol sebesar 6,64% dan total flavonoid sebesar 4,69%. Pengujian diameter daya hambat dianalisis secara menggunakan program SPSS, dengan uji lanjutan menggunakan metode Kruskal Wallis dan Mann-Whitney dengan data bahwa konsentrasi 1%, 3% dan 5% tidak berbeda nyata (p>0.05), sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi 1% merupakan konsentrasi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Kata kunci : Jerawat, Propolis, Total Flavonoid, Total Polifenol, Uji daya hambat, Propionibacterium acnes

 

Artikel Lengkap Klik di Sini