DAYA HAMBAT REBUSAN DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) TERHADAP PERTUMBUHAN Salmonella thypi YANG RESISTEN DAN SENSITIF  TERHADAP AMOKSISILIN

 Sesilia Rante Pakadang*)

*)Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes RI Makassar

 

ABSTRAK

 

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menentukan daya hambat rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees. ) terhadap  Salmonella thypi yang resisten dan sensitive terhadap Amoksisilin. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees. ) 10 % b/v, 20 % b/v, 40 % b/v, kontrol positif Amoksisilin, serta kontrol negatif aquadest steril, kemudian dilakukan pengujian metode difusi dengan menggunakan , paper disc, dan Media NA, dibuat reflikasi sebanyak 3 ( Tiga ) kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya hambat rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) untuk  Salmonella thypi Resisten konsentrasi 10% b/v = 11,3 mm, konsentrasi 20 % b/v = 10,3 mm, konsentrasi 40 % b/v = 11,7 mm,kontrol positif  20,8 mm, sedangkan kontrol aquadest steril tidak menimbulkan daya hambat. Untuk  Salmonella thypi sensitif konsentrasi 10 % b/v = 11,3 mm, konsentrasi 20 % b/v = 10,3 mm, konsentrasi 40 % b/v = 11,7 mm, kontrol positif 55 mm, sedangkan kontrol aquadest steril tidak menimbulkan daya hambat. Hasil statistic Rancangan Acap Lengkap  menunjukkan bahwa Fh > Ft (  α = 0,05 ) yaitu 335,2425 > 2,40 sehingga dapat dilihat adanya pengaruh rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees ) terhadap  Salmonella thypi di bandingkan dengan kontrol. Uji lanjutan Beda Nyata Terkecil pada taraf α = 0.05 menunjukkan bahwa perlakuan ada yang berbeda nyata dan ada yang tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees ) dapat menghambat  Salmonella thypi.

Kata kunci   : Daya hambat, Daun Sambiloto, Salmonella   thypi Resisten dan Sensitif

Artikel lengkap klik di sini