Pengaruh penggunaan pati Biji Alpukat (Persea gratissima Gaertn) sebagai pengikat terhadap mutu fisik tablet Parasetamol

Eva Donna Br. Simanungkalit* Ariyani Buang* Hendra Stevani**

*Pancasakti Fakultas MIPA

** Poltekkes Jurusan Farmasi

 

Biji buah alpukat saat ini hanya dibuang sebagai limbah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal di dalam biji alpukat mengandung zat pati yang cukup tinggi, yakni sekitar 23%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik tablet Paracetamol dengan menggunakan pati Biji Alpukat sebagai bahan pengikat yang dibuat dengan metode granulasi basah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dimana tablet Parasetamol dibuat dengan konsentrasi pati biji alpukat yang berbeda yaitu F1 20%, F2 30%, F3 35% dan F4 35% sebagai pembanding dengan menggunakan Avicel. kemudian dilakukan beberapa pengujian sebagai syarat mutu suatu tablet diantaranya pengujian granul yang meliputi uji kadar air, daya alir(sudut diam), Bj sebenarnya, Bj nyata, dan porositas, juga dilakukan pengujian mutu fisik tablet yang meliputi uji keseragaman ukuran, uji keseragaman bobot, uji keregasan, uji kekerasan dan uji waktu hancur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kandungan Amilosa pati biji Alpukat pada konsentrasi F1, F2, F3 dan F4 belum memenuhi persyaratan sebagai pengikat tablet.

kata Kunci : Pati Biji Alpukat (Persea gratissima Gaertn), Pengikat,Mutu Fisik Tablet Parasetamol

Artikel Lengkap Klik di Sini