PENGARUH INFUS DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon spicatus B.B.S) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus)
Ariyani Buang
Program Studi Farmasi, FMIPA Universitas Pancasakti Makassar
ABSTRAK

Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh infus daun kumis kucing (Orthosiphon spicatus B.B.S) terhadap penurunan kadar asam urat pada kelinci jantan dan mengetahui konsentrasi infus daun kumis kucing memberikan efek yang optimal.dan pada tentang penggunaan infus daun kumis kucing sebagai penurunan kadar asam urat. Penelitian ini menggunakan 15 ekor kelinci jantan yang terbagi dalam 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor. Hewan uji dipuasakan selama 8 jam, lalu diberi larutan kafein 0,3% b/v sebagai penginduksi kadar asam urat awal. Kelompok I sebagai kontrol diberi larutan NaCl 0,9%, kelompok II, III, dan IV diberi infus daun kumis kucing dengan konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, dan 40% b/v serta kelompok V diberi suspensi alopurinol 0,058% b/v sebagai pembanding. Pemberian dilakukan secara oral 12 ml/1,5 kg BB. Setiap menit ke 10, 30, dan 60 dilakukan pengukuran kadar asam urat dengan menggunakan alat multi check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh infus daun kumis kucing pada konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, dan 40% b/v dapat menurunkan kadar asam urat pada kelinci jantan dengan persentase berturut-turut sebesar 17,42%, 27,39% dan 30,78%. Sedangkan pada konsentrasi 40% b/v tidak berbeda nyata dibandingkan suspensi alopurinol 0,058% b/v yaitu 33,89% ( α = 0,05).

Jurnal Lengkap Silahkan Klik di sini