Isolasi Fungi Endofit Dari Daun Srikaya (Annona squamosal L.) Dan uji daya hambat Terhadap bakteri Staphylococcus aureus Dari Metabolit Sekundernya

 

Andi Irdawati Asmar*), Rina Asrina*), Muhammad Farid Hasyim*)

*)Akademi Farmasi Sandi Karsa Makassar

 

ABSTRAK

Tanaman srikaya (Annona squamosal L.) merupakan salah satu tanaman yang umum terdapat di Indonesia, tanaman ini dapat digunakan sebagai obat seperti bisul, kejang-kejang, obat cacing dan diare pada bayi serta sebagai larvasida, insektisida, dan antimikroba.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan metabolit sekunder fungi endofit dari jaringan daun srikaya sebagai antimikroba terhadap Staphylococcus aureus. Aktifitas antimikroba ditentukan dengan menggunakan pengukuran zona daya hambat pada medium NA yaitu dengan memanfaatkan hasil ekstraksi fungi endofit yang diujikan pada bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 5% b/v, 10 % b/v 20% b/v dan infus daun srikaya sebagai kontrol positif dengan masa inkubasi 1x 24 jam pada suhu 370C. Diameter zona hambat rata-rata yang dihasilkan oleh ekstrak fungi endofit daun srikaya dengan konsentrasi 5% b/v adalah 12.45 mm, 10% b/v adalah 13.3 mm, 20% b/v adalah 13.95 dan diameter infus daun srikaya sebagai konrol positif adalah 10.8 mm. Hasil yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menunjukkan perbedaan efek antara larutan kontrol dengan ekstrak fungi endofit daun Srikaya konsentrasi 5% b/v, 10% b/v dan 20% b/v (Fh>Ft pada taraf 0.05). Kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf α = 0.05 dan α = 0.01 menunjukkan adanya perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Berdasarkan Hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak fungi endofit daun Srikaya (Annona squamosa.L) mempunyai efek menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.

Kata Kunci : Fungi endofit, daun srikaya (Annona squamosa L.), daya hambat, metabolit sekunder, bakteri Staphylococcus aureus