“Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau Laboratory Safety memerlukan perhatian khusus, karena berbagai faktor risiko didapatkan dalam aktivitas di laboratorium dan situasi dapat berubah dengan cepat. Walaupun faktor resiko telah diidentifikasi dan dikontrol, namun kemungkinan timbulnya hal yang tidak diinginkan tetap saja dapat terjadi. Oleh karena itu, K3 seyogyanya melekat pada pelaksanaan praktikum dan penelitian di laboratorium,” ungkap Bapak Deddy Samanto, praktisi K3 PT. Sucofindo Cabang Makassar, dalam kegiatan workshop “Implementasi K3 dalam Kegiatan Laboratorium Farmasi” yang diselenggarakan oleh Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar. Kegiatan workshop ini dilaksanakan pada hari Senin, 14 Desember 2015 yang berlangsung sejak pukul 09.00 – 16.00 WITA di Aula Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen pengajar Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar juga 33 dosen pengajar dari berbagai institusi jurusan Farmasi di Makassar, seperti Akfar Kebangsaan Makassar, Akfar Yamasi, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Islam Makassar, Universitas Indonesia Timur, STIKES Mega Rezky, STIKES Sandi Karsa, SMK Kesehatan Plus Prima Mandiri dan SMK Farmasi Syekh Yusuf Sungguminasa.
Tidak hanya penerimaan materi di dalam ruangan, pada kegiatan workshop ini juga diadakan roadshow ke laboratorium – laboratorium di Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar, dilakukan pula simulasi penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang dipandu oleh Bapak Erwan Dono Girsang yang juga merupakan praktisi K3 PT. Sucofindo Cabang Makassar.
Kegiatan workshop ini diharapkan agar penerapan K3 di laboratorium dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan juga agar institusi terkait dapat memenuhi standar akreditasi perguruan tinggi. Standar akreditasi institusi perguruan tinggi mencakup komitmen perguruan tinggi terhadap kapasitas institusi dan keefektifan pendidikan, di mana salah satu elemen penilaiannya adalah sistem pengelolaan sarana yakni segala sesuatu yang dapat digunakan dalam penyelenggaraan proses akademik sebagai alat teknis dalam mencapai maksud, tujuan dan sasaran pendidikan, salah satunya laboratorium beserta evaluasi penerapan K3 di dalamnya.